Sabtu, 24 Desember 2011

Bedah Plastik dalam Pandangan Islam

BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG

Kita menyadari bahwa terjadinya arus perkembangan ilmu pengetahuan yang tidak terhentinmembuat kemajuan dan kecanggihan semakin tidak terjangkau, jika dulu hanya sebuah  mimpi maka kini segala sesuatu yang dulu tidak masuk akal telah berada di alam nyata. Sebut saja orang yang dulu hanya bisa pasrah melihat keburukan rupanya, kini mereka dapat menghilangkan keburukan tersebut. Namun amat disayangkan jika ternyata operasi keburukan  tersebut menuju kepada ketampanan tidak dibarengi dengan operasi akhlak yang buruk menuju akhlak yang baik.
            Hal ini secara singkat mengangkat bahwasannya landasan  memperindah diri bukanlah untuk ketaatan namun sebaliknya  malah membuat kita ber Suud dhan kepada Allah AWT yang telah diberi kepada kita. Maka kami mengangkat risalah ini dengan tema Operasi Plastik.


B.     TUJUAN
A)    Tujuan Umum
            Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mahasiswa terhadap Bedah Plastik khususnya pandangan agama terhadap tindakan bedah plastik.Hal ini menjadi salah satu tanggung jawab bidan apabila sudah terjun dalam masyarakat sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan dan pemberitahuan tentang bedah plastik menurut pandangan agama khususnya sesuai dengan syariat islam demi tercapai muslimat yang baik dan benar.




B)    Tujuan Khusus
a.       Agar mahasiswa mampu mengetahui pengertian Bedah Plastik
b.      Agar mahasiswa mampu mengetahui Macam-macam Bedah Plastik
c.       Agar mahasiswa mengetahui Pandangan Agama terhadap Bedah Plastik di indonesia.
d.      Agar mahasiswa mampu mengidentifikasi tindakan Bedah Plastik yang sesuai dengan syariat Agama Islam.

C.    MANFAAT
a.       Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana Bedah Plastik
b.      Mahasiswa dapat mengetahui macam-macam Bedah Plastik
c.       Mahasiswa dapat mengetahui pandangan 4 Agama terhadap bedah Plastik
d.      Mahasiswa dapat mengidentifikasi tindakan Bedah Plastik yang sesuai dengan syariat Islam
e.       Mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan oleh seorang bidan dalam melaksanakan peran dan fungsinya terhadap situasi ini















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Bedah Plastik

Bedah plastik adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui operasi kedokteran.
Operasi plastik atau dikenal dengan “Plastic Surgery” (ing) atau dalam bahasa arab “Jirahah Tajmil” adalah bedah/operasi yang dilakukan untuk mempercantik atau memperbaiki satu bagian didalam anggota badan, baik yang nampak atau tidak, dengan cara ditambah, dikurangi atau dibuang, bertujuan untuk memperbaiki fungsi dan estetika (seni) tubuh. (Al Mausu’ah at-Thibbiyah al-Haditsah Li Majmu’ah minal at-Thibba, juz 3, hal. 454, cet. Lajnah an-Nasyr al-’Ilmi).
Bedah plastik berasal dari kata Yunani Platikos yang berarti “membentuk”. Pengklasifikasian operasi plastik adalah :
1.      Mengobati cacat fisik (bersifat rekonstruktif), seperti disebabkan perang atau kecelakaan lainnya yang bertujuan mengobati.
2.      Memperindah apa yang telah ada (bersifat kosmetik), sebagai usaha mencari kepuasan tersendiri dan menambah apa yang telah dikodratkan dan tujuannnya adalah agar nampak “lebih muda”.
Semua jenis operasi yang dilakukan dibagian tubuh tidak disebut operasi plastik walaupun operasi plastik itu bagian dari operasi. Operasi plastik adalah bagian dari operasi lainnya. Dan operasi yang kebanyakan dilakukan di dalam ilmu kedokteran adalah operasi medis saja. Dan operasi plastik ini juga hanya terjadi sebelum meninggal. Pembedahan pada jasad yang sudah meninggal itu sendiri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian:
a)      Yang pertama, pembedahan karena tindak kriminal atau lebih dikenal dengan nama otopsi. Yang dilakukan pada tubuh seseorang yang sudah meninggal dan tidak mungkin mengetahui sebab-sebab meninggalnya kecuali melalui proses otopsi tersebut.
b)      Yang kedua, pembedahan yang dilakukan sebagai proses pembelajaran. Yaitu yang berlangsung di fakultas-fakultas kedokteran dan bertujuan untuk memberi pemahaman terhadap mahasiswa tentang organ manusia dan lainnya yang berkaitan dengan tubuh manusia.
c)      Yang keriga, pembedahan yang dilakukan untuk mengetahui penyakit yang diderita seorang pasien dimana penyakit tersebut adalah penyakit yang baru dan belum diketahui sebab-sebabnya, maka dilakukanlah operasi seperti ini.


B.     Pandangan Agama terhadap Bedah Plastik
1.    Pandangan Agama Islam terhadap Bedah Plastik
a)   Jenis Operasi Menurut Keinginan dan Hukumnya

1.    Operasi Ghairu Ikhtiyariyah
Yaitu suatu operasi yang bertujuan untuk mengobati penyakit yang terjadi tanpa kekuasaan seseorang di dalam penyakit tersebut. Apakah penyakit yang telah ada ketika seseorang baru lahir seperti bergabungnya jari tangan atau kaki, bibir sumbing, tertutupnya lubang yang terbuka (hidung atau telinga,dll) dan berbagai jenis penyakit lainnya yang terjadi tanpa dikehendaki.
Operasi jenis ini hanya bertujuan untuk mengobati penyakitdan pada nantinya akan menghasilkan keindahan pada orang yang telah diobati. Dan keindahan itu hanya sebagai efek dari operasi dan ini dibolehkan di dalam syariat islam.
Alasan operasi ini dibolehkan adalah sesuai sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi Muhammad Saw bersabda : “Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya (shahih Bukhari halaman 204 jilid 2, bab pengobatan). Selain itu juga terdapat hadits dari Usmah bin Syaiik berkata, Seorang arab badui bertanya kepada Rasulullah SAW ”Wahai Rasulullah apakah kami harus berobat dari suatu penyakit?”. Rasulullah SAW berkata : “Benar, wahai hamba Allah berobatlah karena Allah tidak menciptakan suatu penyakit melainkan ada obatnya, dan kecuali satu penyakit. Lalu orang badui bertanya :”Penyakit apa wahai Rasulullah?”. Rasul berkata : “Tua”(Turmudzi hal 383 jilid 4 hadits ke 2038).
Dua hadits tersebut menunjukan bahwa setiap penyakit yang diberikan Allah SWT memiliki obatnya maka hendakmya seseorang   yang sakit berobat dari segala penyakit yang menimpa agar bisa sehat seperti sedia kala dan dapat melakukan berbagai aktivitas serta agar tidak menular kepada orang lain sehingga ulama Hanafi mengatakan bahwa pengobatan melalui suntikan itu dibolehkan. Tiada beda pula bagi laki-laki dan perempuan (syarah fathul qadir hal.500 jilid 8). Juga dikatakan bahwa tindakan diperbolehkan menggunakan benda yang haram untuk berobat seperti Khamar (miras) dan sejenisnya kecuali telah diusahakan namun tidak ada lagi obat lain yang lebih sesuai dan hanya pada khamar itu saja obatnya (darurat).
     Bahkan dalam kondisi tertentu dibolehkan bagi seseorang untuk mengobati penyakitnya walaupun harus memindahkan bagian tubuhnya kepada bagian yang lain. Jika bagian yang cacat tersebut akan membawa kepada penyakit yang telah membahayakan, baik itu amputasi atau pemindahan bagian tubuh, karena ditakutkan jika itu tidak dilakukan maka akan membahayakan nyawa seseorang dan allah sendiri mengingatkan manusia agar jangan mencampakkan dirinya ke dalam jurang kehancuran bahkan kematian (Al-baqarah ayat 195, Annisa : 29). Pengarang kitab ini adalah syekh ‘iz bin abdus salam dari mazhab hanafi, Namun jika penyakit ini tersebut hanya dibagian tertentu saja dan tidak menyebar maka dilarang memotongnya kecuali emotong gigi atau menumpulkannya.
Para ahli fikih membolehkan seseorang memasang gigi palsu namun mereka berbeda pendapat pada hal menggunakan gigi palsu yang terbuat dari emas. Di dalam kitab hidayah hal.61 jilid 4 disebutkan, bahwa dilarang menggunakan gigi palsu dari emas. Namun boleh dengan perak. Ini adalah pendapat Imam Hanafi dan Muhammad bahkan berkata bahwa tidak apa-apa menggunakan gigi emas.
     Nabi Muhammad SAW membolehkan menggunakan emas jika itu adalah suatu keharusan karena kritis dan darurat. Menindik telinga anak perempuan dibolehkan (kitab ikhtiyar maushuly hal.122 jilid 30) karena dengan menindik telinga tersebut dapat menambah keindahan.
     Selanjutnya disebutkan bahwa operasi di dalam model ini tidak menyebabkan meroboh ciptaan Allah dengan semena-mena dimana meroboh ciptaan itu diharamkan oleh Allah karena operasi ini sangat perlu dilakukan dengan kondisi yang mendesak, maka diperbolehkan. Imam Nabawi dari Madzhab Syafi’i ketika mensyarah hadits Ibnu Mas’ud tentang perkataan orang yang meregangkan gigi untuk keindahan maknanya adalah dia meregangakan gigi itu tidak karena sakit namun hanya untuk mempercantik diri dan ini menunjuki bahwa operasi untuk mengobati cacat tentu dibolehkan. Operasi yang demikian itu tidak menjadikan alasan mempercantik diri sebagai landasan pertama namun kecantikan yang dihasilkan dari operasi tersebut hanya sebagai hasil luar biasa saja. Kemudian operasi model ini juga tidak bermaksud meroboh ciptaan Allah dengan sengaja. Namun sebagai sarana berobat saja. Maka oleh karena itu berdasarkan dalil-dalil yang telah kami sebutkan maka operasi semacam ini dibolehkan oleh syariat.

2.    Operasi Ikhtiyariyah (yang sengaja dilakukan)

Yaitu operasi yang dilakukan bukan karena alasan medis, namun mutlak hanya hasrat seseorang dalam memperindah diri dan berlebih –lebihan didalam menafsirkan kata-kata indah itu. Operasi model ini terbagi kepada dua bagian yaitu :
a)      Operasi yang merubah bentuk, misalnya seperti :
-Memperindah hidung, seperti membuatnya lebih mancung, dan lain-lain
-Memperindah dagu, dengan meruncingkannya, dan lain-lain
-Memperindah payudara dengan mengecilkannya jika terlalu besar atau membesarkannya dengan suntik silicon atau dengan menambah hormon untuk memontokkan payudara dengan berbagai cara yang telah ditemukan.
-Memperindah kuping
-Memperindah perut dengan menghilangkan lemak atau bagian yang lebih dari tubuh
b)  Operasi yang mengawetkan umur, misalnya seperti :
       -Memperindah wajah dengan menghilangkan kerutan yang ada dengan skaler atau alat lainnya
-Memperindah kulit dengan mengangkat lemak yang ada dan membentuk wajah dengan apa yang dikehendaki
-Memperindah kulit tangan dengan menghilangkan kerut seolah kulit masih padat dan muda
-Memperindah alis, baik dengan mencukurnya agar nampak lebih muda.

mungkin ini menurut penulis bagian-bagian yang sering kita temui dan yang paling umum; para ulama berbeda pendapat mengenai hukum operasi plastik ini :
1. Kebanyakan ulama hadits berpendapat bahwa tidak boleh melakukan operasi ini dengan dalil diantaranya sebagai berikut:
Allah berfirman (“Allah telah melaknatnya. setan berkata, “sungguh akan kutarik bagian yang ditentukan dari hamba-hamabaMu. dan sungguh akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitlan angan-angan kosong mereka, dan aku suruh mereka memotong telinga binatang ternak lalu mereka benar-benar memotongnya, dan aku akan suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar merobahnya. dan barangsiapa yang menjadikan setan sebagai pelindung maka sungguh dia telah merugi dengan kerugian yang nyata” [Q.S An-Nisaa’ ayat118-119]
Ayat ini menjelaskan kepada kita dengan konteks celaan dan haramnya melakukan pengubahan pada diri yang telah diciptakan Allah dengan sebaik-baik penciptaan, karena mengikuti akan hawa nafsu dan keinginan syaitan yang dilaknat Allah.

2. Diriwayatkan dari Imam Bukhari dan Muslim Ra. dari Abdullah ibn Mas’ud Ra.beliau pernah berkata “”Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dan yang meminta untuk ditatokan, yang mencukur (menipiskan) alis dan yang meminta dicukur, yang mengikir gigi supaya kelihatan cantik dan merubah ciptaan Allah.” (H.R Bukhari)[ dari hadits ini, dapat diambil sebuah dalil bahwa Allah Swt. melaknat mereka yang melakukan perkara ini dan mengubah ciptaan-Nya.

3. Riwayat dari Ashabis Sunan
Dari Asmaa, bahwa ada seorang perempuan yang mendatangi Rasulullah Saw. dan berkata, ” Wahai Rasululllah, dua orang anak perempuan ku akan menjadi pengantin, akan tetapi ia mengadu kepadaku bahwa rambutnya rontok, apakah berdosa jika aku sambung rambutnya?”, maka Rasulullah pun menjawab, “Sesungguhnya Allah melaknat perempuan yang menyambung atau minta disambungkan (rambutnya)”
Hadits ini dengan jelas mengatakan bahwa haram hukumnya bagi orang yang menyambung rambutnya atau istilah sekrang dikenal dengan konde atau wig dan jauh dari rahmat Allah Swt.

4. Qias
Untuk melengkapi pendapat ini,maka akan saya coba menggunakan qias dan akal. Operasi plastik semacam ini tidak dibolehkan dengan meng-qias larangan Nabi Saw. terhadap orang yang menyambung rambutnya, tattoo, mengikir (menjarangkan) gigi atau apa saja yang berhubungan dengan perubahan terhadap apa yang telah diciptakan Allah Swt.




5. Segi Akal
Secara akal kita akan menyangka bahwa orang itu kelihatannya indah dan cantik akan tetapi, ia telah melakukan operasi plastik pada dirinya, perbuatan ini sama dengan pemalsuan atau penipuan terhadap dirinya sendiri bahkan orang lain, adapun hukumnya orang yang menipu adalah haram menurut syara’.
Begitu juga dengan bahaya yang akan terjadi jika operasi itu gagal, bisa menambah kerusakan didalam tubuhnya dan sedikit sekali berhasilnya, apapun caranya tetap membahayakan dirinya dan ini tidak sesuai dengan hukum syara’, sesuai dengan firman Allah yang berbunyi (wallahu ‘alam)”Jangan bawa diri kalian dalam kerusakan”
Setelah kita perhatikan dalil-dalil diatas dengan seksama, maka jelaslah bahwa operasi plastik itu diharamkan menurut syara’ dengan keinginan untuk mempercantik dan memperindah diri, dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Operasi plastik merubah ciptaan Allah Swt
2. Adanya unsur pemalsuan dan penipuan
3. Dari sisi lain, bahwa negatifnya lebih banyak dari manfaatnya, karena bahaya yang akan terjadi sangat besar apabila operasi itu gagal, bisa menyebabkan kerusakan anggota badan bahkan kematian.
4. Syarat pembedahan  yang dibenarkan Islam; memiliki keperluan untuk tujuan kesehatan semata-mata dan tiada niat lain, diakui doktor profesional yang ahli dalam bidang itu bahwa pembedahan akan berhasil dilakukan tanpa risiko, bahaya dan mudarat.
5. Untuk pemakaian kosmetik, disyaratkan kandungannya halal, tidak dari najis (kolagen / plasenta) dan tidak berlebihan (tabarruj) akan tetapi behias ini sangat di tekankan bagi mereka yang ingin menyenangkan suaminya.

Allah SWT tidak lah menciptakan makhluknya dengan sia-sia, “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” [Q.S Al-Infithaar ayar 7-8]
Sesungguhnya Allah Swt. Menciptakan kalian dalam keadaan sempurna dan seimbang satu sama lainnya dengan sebaik-baik penciptaan. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .” [Q.S At-Tiin ayat 4]
Sudah sepantasnya kita sebagai makhluk Allah mensyukuri apa-apa yang telah diberikan kepada kita.
b)     Hukum Operasi Plastik
Hukum operasi plastik ada yang mubah dan ada yang haram. Operasi plastik yang mubah adalah yang bertujuan untuk memperbaiki cacat sejak lahir (al-uyub al-khalqiy\yah) seperti bibir sumbing, atau cacat yang datang kemudian (al-uyub al-thari`ah) akibat kecelakaan, kebakaran, atau semisalnya, seperti wajah yang rusak akibat kebakaran/kecelakaan. (M. Al-Mukhtar asy-Syinqithi, Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 183; Fahad bin Abdullah Al-Hazmi, Al-Wajiz fi Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 12; Hani` al-Jubair, Al-Dhawabith al-Syariyyah li al-Amaliyyat al-Tajmiiliyyah, hal. 11; Walid bin Rasyid as-Saidan, Al-Qawaid al-Syariyah fi al-Masa`il Al-Thibbiyyah, hal. 59).
    Selain itu, terdapat hadis Nabi SAW yang melaknat perempuan yang merenggangkan gigi untuk kecantikan (al-mutafallijat lil husni). (HR Bukhari dan Muslim). Dalam hadis ini terdapat illat keharamannya, yaitu karena untuk mempercantik diri (lil husni). (M. Utsman Syabir, Ahkam Jirahah At-Tajmil fi Al-Fiqh Al-Islami, hal. 37). Imam Na         Operasi plastik untuk memperbaiki cacat yang demikian ini hukumnya adalah mubah, berdasarkan keumuman dalil yang menganjurkan untuk berobat (al-tadawiy). Nabi SAW bersabda,"Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah menurunkan pula obatnya." (HR Bukhari, no.5246). Nabi SAW bersabda pula,"Wahai hamba-hamba Allah berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan satu penyakit, kecuali menurunkan pula obatnya." (HR Tirmidzi, no.1961).
        Adapun operasi plastik yang diharamkan, adalah yang bertujuan semata untuk mempercantik atau memperindah wajah atau tubuh, tanpa ada hajat untuk pengobatan atau memperbaiki suatu cacat. Contohnya, operasi untuk memperindah bentuk hidung, dagu, buah dada, atau operasi untuk menghilangkan kerutan-kerutan tanda tua di wajah, dan sebagainya.
       Dalil keharamannya firman Allah SWT (artinya) : "dan akan aku (syaithan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya". (QS An-Nisaa` : 119). Ayat ini datang sebagai kecaman (dzamm) atas perbuatan syaitan yang selalu mengajak manusia untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat, di antaranya adalah mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah). Operasi plastik untuk mempercantik diri termasuk dalam pengertian mengubah ciptaan Allah, maka hukumnya haram. (M. Al-Mukhtar asy-Syinqithi, Ahkam Jirahah Al-Thibbiyyah, hal. 194).
wawi berkata,"Dalam hadis ini ada isyarat bahwa yang haram adalah yang dilakukan untuk mencari kecantikan. Adapun kalau itu diperlukan untuk pengobatan atau karena cacat pada gigi, maka tidak apa-apa." (Imam Nawawi, Syarah Muslim, 7/241). Maka dari itu, operasi plastik untuk mempercantik diri hukumnya adalah haram. 

2.      Pandangan Agama hindu terhadap Bedah Plastik

Ilmu bedah plastik dilakukan di india pada ratusan tahun yang lalu. Ini dijelaskan pada sepucuk surat kepada editor majalah Gentlemen’s yang menjelaskan bahwa pernah ada seorang pengemudi bernama Cowasjee, yang membantu melayani tentara kerajaan inggris di india di tahun 1792.
Sebelumnya, ia pernah dipenjara oleh tentara Tiipu Sultan, dimana mereka mencopot hidungnya karena prilakubarbar penguasa Muslim dalam menyiksa dan melumpuhkan tawanan. Sekembalinya dirumah di Pune setahun kemudoan,seorang ahli bedah Ayuverdic Hindu menanganinya dengan memasangkan sebuah hidung baru. Thomas Cruso dan James Trindaly, merupakan 2 orang dokter Inggris yang menjadi saksi mata operasi bedah yang mencengangkan tersebut. Mereka menjadi saksi hidup atas operasi-operasi ajaib yang sangat umum dilakukan di india, bahkan selama mereka disana.

3.        Pandangan Agama Kristen terhadap Bedah Plastik
Menurut beberapa teolog menyatakan bahwa yesus mengkaburkan pembedaan antara budaya Taurat (2:27-3:6), adat istiadat (Folk Culture, 7:1-23) dengan budaya populer yang didiskriminasi oleh elit masyarakatnya. Orang kusta yang dimarjinalkan, perempuan pendarahan karena haid sebagai ‘cerita ditengah cerita’ (5;21-43). Markus menunjukan kontras antara orang-orang dalam gereja yakni keluarga dan kerabat Yairus dengan seorang perempuan yang tersisih dari pusat keimanannya (bait Tuhan) akibat budaya Taurat yang tidak manusiawi pada praktiknya (imamat15:25).
Perspektif Alkitab
Subyek perangkat tambahan kosmetik hanya samar-samar disebutkan dalam Alkitab. Untungnya bahwa tidak adanya intruksi langsung tidak meninggalkan kita tak berdaya. Seperti setiap area kehidupan yang lain, Allah telah memberikan prinsip-prinsip yang diperlukan yang akan memandu melalui keputusan pribadi tentang kosmetik meningkatkan prosedur ekstrim atau sebaliknya.
v   Prinsip 1 Tubuh saya bukan milik saya, tetapi kepada Allah.

Setiap kali kita menganggap tubuh dan bagaimana mengobatinya, kita harus mulai dengan kenyataan bahwa, sebagai orang kristen, tubuh kita milik Allah dan harus digunakan hanya untuk membawa dia kehormatan. Karena tubuh saya tidak lagi milik saya, saya harus memperlakukannya seolah-olah barang berharga pinjaman dari teman. Itu berarti saya akan berkonsultasi dengan pemilik sebelum saya melakukan sesuatu untuk mengubahnya.

v  Prinsip 2 dengan fokus saya pada menyenangkan Tuhan, aku bisa membuat pilihan yakin tentang penampilan saya.

Dengan harga diri-ku berlabuh di siapa saya dalam kristus, aku bisa melanjutkan maju dalam membuat pilihan yang bijak tentang penampilan saya serta keputusan probadi lainnya. Saya bisa tahu bahwa usaha saya untuk mempercantik wajah dan tubuh saya tidak berusaha untuk mendapatkan nilai dan nilai, tetapi hanya untuk menjadi yang terbaik yang saya bisa.

v  Prinsip 3 Tuhan terbaik hati mengijinkan saya untuk membuat pilihan pribadi, tapi saya diharapkan untuk membuat keputusan yang bijaksana dan saleh yang membedakan saya dari dunia.
Alkitab menganjurkan bahwa sebagai penerima anugerah Tuhan, aku bisa membuat keputusan pribadi dengan hati nurani yang bersih. Saya tidak perlu resah atas menyenangkan Allah jika aku kebetulan mengacaukan. “Tapi” dalam Titus 2:11-12, saya teringat itu anugerah Allah adalah hal yang snagta mengajarkan saya untuk “mengatakan “Tidak” untuk nafsu kefasikan dan duniawi, dan hidup mengendalikan diri, tegak dan saleh dikehidupan zaman sekarang. “prinsip ini menuntun saya untuk melihat bahwa sementara aku memiliki kebebasan dalam Kristus, bahwa kebebasan tidak pernah digunakan dengan cara yang akan menodai saya chrishtian kesaksian. Itu tidak berarti saya akan harus memutuskan terhadap prosedur kosmetik tertentu, tetapi ini berarti saya harus mempertimbangkan bagaimana beberapa prosedur dapat mempengaruhi hubungan saya dan keefektifan saya sebagai saksi.

v  Prinsip 4 fokus saya seharusnya pada wanita batin saya.

Alkitab menjelaskan bahwa tuhan lebih tertarik pada hati yang indah daripada kepala indal ikal. Dalam 1 Samuel, Daud diangkat menjasi raja bukan tingginya, saudara tampan karena daud memiliki hati untuk Tuhan. Dan dalam 1 Petrus, wanita diingatkan untuk lebih berupaya untuk mengembangkan dan tenang roh lemah lembut daripada kecantikan luar. Namun, bagian kedua untuk menunjukkan tidak ada yang salah dengan penampilan yang indah atau perawatan eksternal. Daud dikatakan telah memiliki “penampilan yang bagus dan fitur tampan” ( 1 Samuel 16:12) dan Petrus menunjukkan bahwa beberapa perhiasan keluar adalah noema. Prinsip disini adalah sementara perhiasan dan kecantikan luar baik-baik saja, mereka tidak boleh menjadi apa yang membuatku. Jika saya menghabiskan lebih banyak uang, waktu, dan usaha mengembangkan keindahan diluar saya daripada perempuan batin saya, saya harus memikirkan kembali prioritas saya.
Jika anda seorang percaya dalam Yesus kristus, Allah telah memberikan roh Kudus-Nya untuk membantu anda menjalani hidup sesuai dengan rencana yang sempurna, membuat keputusan Ilahi dijalan. Mengapa tidak mengucapkan doa sederhana untuk menyetel ke Tuhan dan dengan iman mengundang dia untuk memberdayakan anda dengan Roh-Nya.
Bapa, saya memerlukan Dikau. Saya mengakui bahwa saya telah berdosa terhadap Engkau dengan mengarahkan hidup saya sendiri. Saya berterimakasih kepada Anda bahwa Anda telah diampuni dosa-dosa saya melalui kematian kristus di kayu salib untuk saya. Sekarang saya mengundang Kristus untuk kembali mengambil tempat-Nya diatas takhta hidup saya. Penuhilah aku dengan Roh kudus seperti engkau memerintahkan saya untuk diisi, dan sebagai Anda dijanjikan di Your Word yang akan anda lakukan jika saya bertanya dalam iman. Aku berdoa ini dalam nama yesus sebagai ungkapan iman saya, saya berterimakasih untuk mengarahkan hidup saya dan untuk mengisi saya dengan roh kudus. Asmin.

4.    Pandangan agama Budha terhadap Bedah Plastik
Pada dasarnya agama Budha memperbolehkan Bedah Plastik, dengan alasan untuk kepentingan medis dan untuk kepentingan kesehatan bagi pelaksana bedah plastik. Ada persetujuan dari kedua belah pihak antara yang melaksanakan bedah plastik dan yang melakukan bedah plastik tersebut yaitu tim medis yang menanganinya.

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Operasi plastik atau dikenal dengan “Plastic Surgery” (ing) atau dalam bahasa arab “Jirahah Tajmil” adalah bedah/operasi yang dilakukan untuk mempercantik atau memperbaiki satu bagian didalam anggota badan, baik yang nampak atau tidak, dengan cara ditambah, dikurangi atau dibuang, bertujuan untuk memperbaiki fungsi dan estetika (seni) tubuh. (Al Mausu’ah at-Thibbiyah al-Haditsah Li Majmu’ah minal at-Thibba, juz 3, hal. 454, cet. Lajnah an-Nasyr al-’Ilmi).
            Jenis operasi menurut keinginan dan hukumnya adalah
1.      Operasi Ghairu Ikhtiyariyah (operasi karena penyakit)
2.      Operasi Ikhtiyariyah (operasi yang disengaja)
2.1.Operasi yang mengubah bentuk atau anggota badan
2.2.Operasi yang mempermuda
        Operasi plastik untuk memperbaiki cacat yang demikian ini hukumnya adalah mubah. Adapun operasi plastik yang diharamkan, adalah yang bertujuan semata untuk mempercantik atau memperindah wajah atau tubuh, tanpa ada hajat untuk pengobatan atau memperbaiki suatu cacat.


B.     SARAN

Dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di masyarakat indonesia, kita harus mengadakan adanya suatu promosi kesehatan, salah satunya berupa penyuluhan. Bidan berperan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh masyarakat jika menghadapi bedah plastik atau lingkungan sekitar agar dapat sesuai dengan syariat islam. Materi penyuluha bisa saat pasien berkonsultasi terhadap kita dan kita wajib memberikan bimbingan pada masyarakat tentang pandangan agama yang benar yang tetap diyakini agar tak ada kesalahpahaman dalam mengartikan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar